PENGERTIAN SENAM LANTAI.
Senam lantai (flour exercise) adalah satu bagian dari rumpun senam, sesuai dengan denga istilah
Lantai,maka gerakan-gerakan senam yang dilakukan di atas yang beralasan matras atau
permadani atau sering juga disebut dengan istilah latihan bebas,sebab pada waktu melakukan
gerakan atau latihannya. Pesenam tidak boleh menggunakan alat atau suatu benda.
Senam lantai menggunakan area yang berukuran 12 x 12 meter, dan area 1 meter untuk menjaga keamanan.
1. BERGULING.
Cara melakukannya sebagai berikut:
a. Sikap permulaan jongkok,kedua tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Kedua kaki diluruskan, siku tangan ditekuk, kepala dilipat sampai dagu menyentuh dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan tengkuk terlebih dahulu dan kedua kaki di
lipat rapat pada dada.
d. Kedua tangan melemaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali berusaha bangun.
2. KAYANG.
Kayang adalah posisi kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan
meregang dan mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan
menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada pinggang.
Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,bukankelentukan
pinggang.
Cara melakukan gerakan kayang sebagai berikut.
a. Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b. Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke belakang.
c. Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai tumpuan.
d. Posisi badan melengkung bagai busur.
3. SIKAP LILIN.
Sikap lilin merupakan sikap tidur terlentang kemudian kedua kaki diangkat keras di atas
(rapat) bersama-sama, pinggang ditopang kedua tangan dan pundak tetap menempel pada
lantai. Dalam melakukan sikap lilin, kekuatan otot perut berfungsi untuk kedua tangan
menopang pinggang.
Cara melakukan gerakan sikap lilin sebagai berikut:
a. Tidur terlentang, kedua tangan di saping badan, pandangan ke atas.
b. Angkat kedua kaki lurus ke atas dan rapat.
c. Yang menjadi landasan adalah seluruh pundak dibantu kedua tangan menopang pada
pinggang.
d. Pertahankan sikap ini beberapa saat.
4. GULING LENTING.
a. Latihan rangkaian berakan berguling.
Cara melakukannya sebagai berikut:
1. Sikap permulaan berbaring menelantang atau duduk telumpar.
2. Mengguling ke belakang, tungkai keras, kaki dekat kepala, lengan bengkok, tangan
menumpu di samping kepala, ibu jari dekat dengan telinga.
3. Mengguling ke depan disertai dengan lecutan tungkai ke atas depan, tangan menolak
badan melayang dan membusur, kepala rapat.
4. Mendarat dengan kaki rapat, dorong panggul ke depan, badan membusur dengan keras
ke atas.
b. Lenting kepala/dahi
Cara melakukannya sebagai berikut:
1. Membungkuk bertumpu pada dahi dan membentuk segi tiga sama sisi, punggung tegak
lurus, tungkai rapat dan lurus, jari-jari kaki bertumpu di lantai.
2. Mengguling ke belakang disertai lecutan tungkai serentak tangan menolak sekuat-kuat
kepala pasif, badan melaayang dan membusur.
3. Mendarat dengan kaki rapat, badan membusur lengan ke atas.
5. BERGULING KE DEPAN DILANJUTKAN LENTING TENGKUK/KEPALA
Sebelum latihan rangkain gerakan berguling ke depan lenting tengkuk/kepala, akan di bahas
dulu bagaimana melakukan guling depan yang betul.
Cara melakukan gerakan guling depan sebagai berimut:
a. Sikap permulaan jongkok tangan menumpu pada matras selebar bahu.
b. Luruskan kedua kaki, siku tangan di tekuk, kepala dilipat sampai dagu dengan menyentuh
dada.
c. Mengguling ke depan dengan mendaratkan kuduk terlebih dahulu dan kedua kaki dilipat
rapat pada dada.
d. Kedua tangan melepaskan tumpuan dari matras, pegang mata kaki dan berusaha bangun.
e. Kembali berusaha jongkok.
6. BERDIRI TANGAN (HANDS STAND).
a. Berdiri Tangan (Hands Stand)
1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukkan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan
sedikit ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang
tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, kencangkan otot perut.
4. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan
diantara tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
5. Perhatikan keseimbangan.
b. Berdiri Tangan Dengan Sikap Kaki Dibuka
1. Sikap permulaan berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
2. Bungkukan badan, tangan menumpu pada matras selebar bahu lurus, pandangan sedikit
lurus ke depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai ke depan bengkok, sedang
tungkai belakang lurus.
3. Ayunkan tungkai belakang ke atas, diikuti tungkai yang lain.
4. Kedua tungkai rapat dan lurus merupakan satu garis dengan lengan, setelah itu kaki di buka
ke samping kiri dan kanan, pertahankan sikap ini beberapa saat, selanjutnya kaki dirapat
kembali lalu dibuka ke depan dan ke belakang pandangan diantara tumpuan kedua tangan.
Rabu, 17 Maret 2010
Chord Cinta Sampai Disini D-masiv
Chord d'Masiv Cinta sampai di sini
Author : Chord Frenzy
[intro] Am C F G 2x
Am G F
mencoba tuk pahami
Am G F
mencari celah hatimu
Am G F
bila harus menangis aku kan menangis
Am G F
namun air mata ini telah habis
[chorus]
Am C
segalanya telah kuberikan
G F
tapi kau tak pernah ada perhatian
Am C
mungkin kita harus jalani
G F G
cinta memang cukup sampai di sini
[intro] Am C F G 2x
Am G F
mencoba tuk rasuki
Am G F
menyentuh palung jiwamu
Am G F
bila harus mengiba, aku kan mengiba
Am G Am G F
namun rasa ini telah sampai di ujung lelahku
[chorus]
Am C
segalanya telah kuberikan
G F
tapi kau tak pernah ada perhatian
Am C
mungkin kita harus jalani
G F G
cinta memang cukup sampai di sini
[interlude] Am C G F G 2x
Author : Chord Frenzy
[intro] Am C F G 2x
Am G F
mencoba tuk pahami
Am G F
mencari celah hatimu
Am G F
bila harus menangis aku kan menangis
Am G F
namun air mata ini telah habis
[chorus]
Am C
segalanya telah kuberikan
G F
tapi kau tak pernah ada perhatian
Am C
mungkin kita harus jalani
G F G
cinta memang cukup sampai di sini
[intro] Am C F G 2x
Am G F
mencoba tuk rasuki
Am G F
menyentuh palung jiwamu
Am G F
bila harus mengiba, aku kan mengiba
Am G Am G F
namun rasa ini telah sampai di ujung lelahku
[chorus]
Am C
segalanya telah kuberikan
G F
tapi kau tak pernah ada perhatian
Am C
mungkin kita harus jalani
G F G
cinta memang cukup sampai di sini
[interlude] Am C G F G 2x
Makalah Senam Lantai
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.
1. Latar Belakang 3
2. Rumusan Masalah 4
3. Tujuan 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Senam dan Senam Lantai 5
2.2 Sarana danPrasarana Senam Lantai 6
2.3 Gerakan dasar senam lantai 7
2.4 Modifikasi Permainan Senam Lantai 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Letar Belakang
Masyarakat maju yang kaya dan makmur dengan kenyamanan yang di dukung dengan mesin atau alat-alat otomatis, telah mengalami derita yang diakibatkan dengan kemajuan tersabut. Bakyak ancaman yang di hadapi mereka seperti penyakit yang di akibatkan kurang gerak, sebagai sebagian penyakitnya, timbul penyakit egeneratif, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan lainnya.
Gejala kemerosotan kebugaran jasmani di kalannggan anak-anak dan remaja di seluruh dunia sudah merupakan gejala umum. Penyebab utamanya adalah mereka kurang aktifbergeerak karena kurangnyawaktu untuk melaksanakan latihan jasmani. Anak-anak begitu asik bermain permaaaainan di komputer, disertai pola makan yang tidak sehat, seperti menyantap makanan yanng siap hidang dimana susunan menunya tidak seimbang, keadaan ini sudah terjadi di Indonesia.
Dengan demikian masyarakat Indonesia sangat kagum dengan menyaksikan penampilan seorang penari yang badannya lemah gemulai. Mungkin kita juga kagum menyaksikan seorang pesenam yang dapat menekukkan tubuhnya, seperti ular, lentur sekali gerakannya. Apa kesan kita ? Orang itu memiliki fleksibelitasyang sangat bagus. Fleksibelitas dapat di definisikan sebagai kemampuan dari sebuah sendi dan otot, serta tali sendi disekitarnya untuk bergerk denga leluasa dan nyaman dengan ruang gerak maksimal yang di harapkan. Fleksibelitas optimal memungkinkan sekelompok atau satu sendi untuk bergerak elegan efisian.
Senam mempunyai begitu banyak pengaruh bagi indifidu bila datang berolahraga dengan sikap dan respek yang baik. Senam dapat menyenangkan, menggairahkan dan memberi banyak pesona. Banyak keuntungan yang diperoleh dalam senam. Konsentrasi, keteguhan hati, dan keyakianan akan menjadi modal besar yang dapat membanti dalam bersenam. Penngaruh latihan senam terhadap perkembangan fisik, menakjupkan. Mempelajari keterampilan dalam senam akan meningkatkankekuatan yang sangat hebat, kelentukan, koordinasi, sikap dan kesadaran kinnestetik.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian senam dan senam lantai ?
2. Apa saja sarana dan prasarana senam lantai ?
3. Bagaimana gerakan dasar senam lantai ?
4. Apa saja modifikasi permainan senam lantai ?
1.3 Tujuan
1. Mennngggtahui pengertian senam dan senam lantai
2. Mengetahui apa saja sarana dan prasarana senam lantai
3. Mengetahui gerkan dasar senam lantai
4. Mengetahui modifikasi permaianan senam lantai
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Senam dan Senam Lantai
Senam adalah istilah atau nama salah satu caabang olahraga. Sebagai cabang olahraga, senam mempunyai dominan atau daerah batas-batasan sendiri, mempunyai ruang lingkupyang tertentu. Senam terlemahan dari kata ”gymnastiek” (bahasa Belanda), ”gymnastics” (bahasa Inggris), ”thymnastiek” asal kata dari ”gymnos” (bahasa Greka).
Gymnos berarti telanjang, gymnastiek pada zaman kuno me,amg dilakukan dengan badan telanjang atau setengah telanjang. Maksutnya agar gerkan dapat dilakukan tnpa gangguan sehingga menjadisempurna. Tempat berlatih senam di zaman yunani Kuno disebut gymnasium.
Untuk mengetahui pengertian senam, kita harus mengetahui ciri-ciri dan kidaaah-kaidahnya antara lain:
1. Gerakan-gerakannya selalu dibuat atau di ciptakan dengan sengaja.
2. Gerakan-geerakannya harus selalu berguna untuk menyampai tujuan tertentu (meningkatkan kelenyukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah keterampilan, menambah keindahan gerak, meningkatkan keindahan tubuh).
3. Gerakan harus selalu tersusun dan sistimatis’
Berdasar pengertian di atas, batasan senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana,disusun dengan sistimatis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonnnnnis.
Pengertian Senam Latai
Senam lantai pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga yang menamakan tumbling. Senam lantai merupakan salah satu rumpun dari senam.
Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,menumpu dengan tangan atau kakiuntuk memperthankan sikap seimbang atau pada saatmeloncaat kedepan atau ke belakang. Bentuk latihannya merupakan gerakan dasardari senam perkakas (alat). Pada dasarnya, bentuk-bentuk katihan bagi putra dan putri adalah sama, hanya unuk putri anyak unsur gerak balet. Jenis senam juga di sebut latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus.
2.2 Sarana dan Prasarana Senam Lantai
Sarana dan prasarana olahraga merupakan modal utama dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga, melalui peningkatan ketersediaan fasilitas olahraga yang berkualitas baik dan memadai dalam artian harus di sesuaikan dengan standart keutuhan ruang perorangan.
Sarana dan prasarana olahraga adalah daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis peralatan dan tempat berbentuk bangunan yang di gunakan dalam memenuhi prasaratan yang di tetapkan untuk pelaksanaan program olahraga.
Fungsi sarana dan prasarana olahraga adalah sebagai pendukung pelaksanan suatu kegiatan terutama dalam pengajaran olahraga. Manfaat sarana dan prasarana olahraga adalah dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan pemakaian alat dan tempat olahraga dengan benar.
Dalam membuat perencanan penyediaan sarana dan prasarana harus memperhatikan 3 faktor penting di antaranya:
1. Kuantitas prasarana olahraga
Untuk menampung kegiatan perlu dibutuhkan prasarana olahraga yang jumlahnya mencukupi sesuai kebutuhan. Di dalam gegiatan senam lantai di perlukan gedung atau gor olahraga yang luas.
1. Kualitas sarana olahraga
Guna menampung kegiatan olahraga berprestasi maka di perlukan kualitas yang sesuai dengan syarat dan ketentuan masing-masing cabang olahraga. Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
1.
o Memenuhi standart internasional
o Kualitasbahan dan material harus memenuhi syarat internasional
2. Pendanaan sarana dan prasarana olahraga
Untuk menujang faktor diatas perlukan dana yang cukup besar sehinggadapat disiapkan prasarana yang mencukupi. Minimnya dana akan menyebabkan kurangnya kemampuan unit kerja terkait untuk mefasilitasi kegiatan olahraga
Peniningkatan keadaan sarana dan presarana dapat dilakukan dengan:
1. Peningkatan persediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
2. Peningkatan anggaran dana dibidang olahraga dalam kaitannya untuk pengadaan sarana dan prasarana.
3. Peningkatan minat terhadap kegiatan olahraga
2.3 Gerakan Dasar Senam Lantai
Sebelum mempelajari gerakan dasar diperlukan pembinaan dan pembentukan fisik yang teratur, hal ini perlu karena adanya fisik yang sudah terbentuk akan memudahkan dalam mempelajari gerakan-garakan dasar.
Beberapa contoh gerakan dasar senam lantai :
1. Roll depan
Yang dimaksud roll depan ialah gerakan badan berguling ke arah depan melalui bagian belakang badan (tengkuk), pinggul, pinggang, dan panggul bagian belakang. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikut :
1.
1. Sikap permulaan jonngkok, pantat agak tinggi, kedua lengan lurus ke depan.
2. Luruskan tungkai badan condong kedepan, tangan menumpu pada matras selebar bahu, tarik dagu ke dada, tengkkuk pada matras.
3. Saat punggung menginai matras, bongkokkan tungkai, tarik paha kke dada, tangan menolak, gerakan engguling di truskan hinnngga berakhir pada sikap jongkok, tangan melekat pada tulang kering atau tangan lurus dengan pandangan lurus ke depan.
2. teknik kayang
Kayang ialah suatu bentuk sikap badan terlentang yanng membusur, bertupu pada kedua kaki dan kedua tangan siku-siku dan lutut lurus. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikkut :
1.
1. Sikap berdiri tegak, kedua kaki agak terbuka, kedua tanngan lurus keatas.
2. Jatuhkan badan bagian belakang dengan melengkungkan badan hingga kedua tangan mendarat ke lantai
1. Sikap lilin
1. Posisi tidur telentang.
2. Ke 2 tangan ditekuk dekat sisi telinga,
3. Angkat ke 2 kaki (rapat) lurus keatas dengan tangan menopang pinggang.
1. Meroda
Gerakan meroda merupakan gerakan memutar badan dengan sikap menyamping arah gerakan dan tumpuan bert badan ketika berputar menggunakan kedua tangan dan kaki.
Cara melakukan :
1. Berdiri dengan sikap tegak dan posisi tangan berada disamping
2. Lalu perlahan angkat tangan ke atas dengan sikap menyerupai huruf ”V”
3. Lalu putar kedua tangan kebelakang dengan diikuti kaki kanan/kiri melangkah ke depan lalu diikuti dengan kaki kiri/kanan sebagai hentakannya
4. Lalu letakkan tangan kanan lalu tangan kiri/tangan kiri lalu tangan kanan pada matras
5. Pada saat memutar kedua kaki harus lurus agar mendapat posisi yang maksimal
6. Saat sudah memutar posisi badan menghadap kesamping lalu putar kaki supaya bisa menghadap ke depan dan pandangan matapun harus menghadap ke depan
1. Profiller
Cara melakukan :
1. Kaki kanan lurus ke samping kanan dengan ujung kaki kanan lurus
2. Kaki kiri ditekuk seperti posisi jongkok
3. Kedua tangan menyentuh matras yang letaknya tepat ditengah-tengah kaki yang ditekuk dan yang diselonjorkan
4. Putar kaki kanan ke arah dalam hingga melewati kaki kiri yang ditekuk
5. Pada saat kaki kanan melewati kaki kiri maka angkat badan dengan kedua tangan agar kaki kanan dapat berputar kebelakang melewati kaki kiri lalu kemudian kembali ke posisi awal
2.4 Modifikasi permainan senam lantai
1. Roll depan berpasangan
o Pemain : 2-5 pasang. Tedak terbatas
o Peralatan : Tidak mengunakan peralatan
o Tempat : Gedung atau tempat bermain
o Keahlian : Kelenturan dan kelenturan tubuh
o Permainan : Tujuannyauntuk mengetahui tim yang sampai duluan di finis dengan sukses. Di lakukan secara berpasangan dan orang pertama berdiri dan orang yang kedua berposisi tidur denngan kedua kaki di tekuk, lalu orang pertama memegang mata kaki orang kedua dengan cara membungkuk ban orang kedua pun juga memegang mata kaki orang pertama. Setelah itu dilakukan gulingkan roll depan secara beruritan dan seirama dengan pasangan masing-masing.
o Sekor : Tim yang sampai duluan menjadi pemenang.
o Variasi : Gunakan pemindahan dalam bentuk lain.
2. Roll belakanng berpasanngan
o Pemain : 2-5 pasang orang. Tedak terbatas
o Peralatan : Tedak mengunakan peralatan.
o Tempat : Gedung atau tempat bermain
o Kahlian : Kelenyukan dan kelenturan tubuh
o Permainan : Tujuannya untuk mengetahui tim yang sampai dahulu di finis dengan sukses. Masing-masing tim berpasangan. Orang pertama berdiri dan orang kedua tidur terlentang dengan kedua kaki diangkat keatas. Orang pertama memegang mata kakinya orang kedua, lalu orang pertama menarik sekkuat-kuatnya kaki orang yang kedua tersebut agar mendapat dorangan berguling ke belakang. Kemudian lakuan guling kebekakang sampai funis.
o Sekor : Tim yanng sampai duluan menjadi pemenang.
o Variasi :Gunakan pemindahan dalam benuk lain.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,menumpu dengan tangan atau kakiuntuk memperthankan sikap seimbang atau pada saatmeloncaat kedepan atau ke belakang.
2. Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
3. Beberapa gerakan dasar senam lantai :
1. Roll depan
2. Roll belakang
3. Kayang
4. Sikap lilin
5. Meroda
6. Profeller
4. Modifikasi permaianan senam lantai :
1.
1. Roll depan berpasangan.
2. Roll belakang berpasanngan.
DAFTAR PUSTAKA
Rohani, batdri.2004.Harapan Pasti Siswa Berpestasi:CV Hayati
Kosasi, Engkos.1983.Olahraga Teknik dan Program Latihan:CV Akademika Pressindo
BAB I PENDAHULUAN
1.
1. Latar Belakang 3
2. Rumusan Masalah 4
3. Tujuan 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Senam dan Senam Lantai 5
2.2 Sarana danPrasarana Senam Lantai 6
2.3 Gerakan dasar senam lantai 7
2.4 Modifikasi Permainan Senam Lantai 9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan 11
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Letar Belakang
Masyarakat maju yang kaya dan makmur dengan kenyamanan yang di dukung dengan mesin atau alat-alat otomatis, telah mengalami derita yang diakibatkan dengan kemajuan tersabut. Bakyak ancaman yang di hadapi mereka seperti penyakit yang di akibatkan kurang gerak, sebagai sebagian penyakitnya, timbul penyakit egeneratif, seperti penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dan lainnya.
Gejala kemerosotan kebugaran jasmani di kalannggan anak-anak dan remaja di seluruh dunia sudah merupakan gejala umum. Penyebab utamanya adalah mereka kurang aktifbergeerak karena kurangnyawaktu untuk melaksanakan latihan jasmani. Anak-anak begitu asik bermain permaaaainan di komputer, disertai pola makan yang tidak sehat, seperti menyantap makanan yanng siap hidang dimana susunan menunya tidak seimbang, keadaan ini sudah terjadi di Indonesia.
Dengan demikian masyarakat Indonesia sangat kagum dengan menyaksikan penampilan seorang penari yang badannya lemah gemulai. Mungkin kita juga kagum menyaksikan seorang pesenam yang dapat menekukkan tubuhnya, seperti ular, lentur sekali gerakannya. Apa kesan kita ? Orang itu memiliki fleksibelitasyang sangat bagus. Fleksibelitas dapat di definisikan sebagai kemampuan dari sebuah sendi dan otot, serta tali sendi disekitarnya untuk bergerk denga leluasa dan nyaman dengan ruang gerak maksimal yang di harapkan. Fleksibelitas optimal memungkinkan sekelompok atau satu sendi untuk bergerak elegan efisian.
Senam mempunyai begitu banyak pengaruh bagi indifidu bila datang berolahraga dengan sikap dan respek yang baik. Senam dapat menyenangkan, menggairahkan dan memberi banyak pesona. Banyak keuntungan yang diperoleh dalam senam. Konsentrasi, keteguhan hati, dan keyakianan akan menjadi modal besar yang dapat membanti dalam bersenam. Penngaruh latihan senam terhadap perkembangan fisik, menakjupkan. Mempelajari keterampilan dalam senam akan meningkatkankekuatan yang sangat hebat, kelentukan, koordinasi, sikap dan kesadaran kinnestetik.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian senam dan senam lantai ?
2. Apa saja sarana dan prasarana senam lantai ?
3. Bagaimana gerakan dasar senam lantai ?
4. Apa saja modifikasi permainan senam lantai ?
1.3 Tujuan
1. Mennngggtahui pengertian senam dan senam lantai
2. Mengetahui apa saja sarana dan prasarana senam lantai
3. Mengetahui gerkan dasar senam lantai
4. Mengetahui modifikasi permaianan senam lantai
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Senam dan Senam Lantai
Senam adalah istilah atau nama salah satu caabang olahraga. Sebagai cabang olahraga, senam mempunyai dominan atau daerah batas-batasan sendiri, mempunyai ruang lingkupyang tertentu. Senam terlemahan dari kata ”gymnastiek” (bahasa Belanda), ”gymnastics” (bahasa Inggris), ”thymnastiek” asal kata dari ”gymnos” (bahasa Greka).
Gymnos berarti telanjang, gymnastiek pada zaman kuno me,amg dilakukan dengan badan telanjang atau setengah telanjang. Maksutnya agar gerkan dapat dilakukan tnpa gangguan sehingga menjadisempurna. Tempat berlatih senam di zaman yunani Kuno disebut gymnasium.
Untuk mengetahui pengertian senam, kita harus mengetahui ciri-ciri dan kidaaah-kaidahnya antara lain:
1. Gerakan-gerakannya selalu dibuat atau di ciptakan dengan sengaja.
2. Gerakan-geerakannya harus selalu berguna untuk menyampai tujuan tertentu (meningkatkan kelenyukan, memperbaiki sikap dan gerak atau keindahan tubuh, menambah keterampilan, menambah keindahan gerak, meningkatkan keindahan tubuh).
3. Gerakan harus selalu tersusun dan sistimatis’
Berdasar pengertian di atas, batasan senam adalah latihan tubuh yang dipilih dan diciptakan dengan berencana,disusun dengan sistimatis dengan tujuan membentuk dan mengembangkan pribadi secara harmonnnnnis.
Pengertian Senam Latai
Senam lantai pada umumnya disebut floor exercise, tetapi ada juga yang menamakan tumbling. Senam lantai merupakan salah satu rumpun dari senam.
Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,menumpu dengan tangan atau kakiuntuk memperthankan sikap seimbang atau pada saatmeloncaat kedepan atau ke belakang. Bentuk latihannya merupakan gerakan dasardari senam perkakas (alat). Pada dasarnya, bentuk-bentuk katihan bagi putra dan putri adalah sama, hanya unuk putri anyak unsur gerak balet. Jenis senam juga di sebut latihan bebas karena pada waktu melakukan gerakan pesenam tidak mempergunakan suatu peralatan khusus.
2.2 Sarana dan Prasarana Senam Lantai
Sarana dan prasarana olahraga merupakan modal utama dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga, melalui peningkatan ketersediaan fasilitas olahraga yang berkualitas baik dan memadai dalam artian harus di sesuaikan dengan standart keutuhan ruang perorangan.
Sarana dan prasarana olahraga adalah daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis peralatan dan tempat berbentuk bangunan yang di gunakan dalam memenuhi prasaratan yang di tetapkan untuk pelaksanaan program olahraga.
Fungsi sarana dan prasarana olahraga adalah sebagai pendukung pelaksanan suatu kegiatan terutama dalam pengajaran olahraga. Manfaat sarana dan prasarana olahraga adalah dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan pemakaian alat dan tempat olahraga dengan benar.
Dalam membuat perencanan penyediaan sarana dan prasarana harus memperhatikan 3 faktor penting di antaranya:
1. Kuantitas prasarana olahraga
Untuk menampung kegiatan perlu dibutuhkan prasarana olahraga yang jumlahnya mencukupi sesuai kebutuhan. Di dalam gegiatan senam lantai di perlukan gedung atau gor olahraga yang luas.
1. Kualitas sarana olahraga
Guna menampung kegiatan olahraga berprestasi maka di perlukan kualitas yang sesuai dengan syarat dan ketentuan masing-masing cabang olahraga. Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
1.
o Memenuhi standart internasional
o Kualitasbahan dan material harus memenuhi syarat internasional
2. Pendanaan sarana dan prasarana olahraga
Untuk menujang faktor diatas perlukan dana yang cukup besar sehinggadapat disiapkan prasarana yang mencukupi. Minimnya dana akan menyebabkan kurangnya kemampuan unit kerja terkait untuk mefasilitasi kegiatan olahraga
Peniningkatan keadaan sarana dan presarana dapat dilakukan dengan:
1. Peningkatan persediaan sarana dan prasarana olahraga yang memadai.
2. Peningkatan anggaran dana dibidang olahraga dalam kaitannya untuk pengadaan sarana dan prasarana.
3. Peningkatan minat terhadap kegiatan olahraga
2.3 Gerakan Dasar Senam Lantai
Sebelum mempelajari gerakan dasar diperlukan pembinaan dan pembentukan fisik yang teratur, hal ini perlu karena adanya fisik yang sudah terbentuk akan memudahkan dalam mempelajari gerakan-garakan dasar.
Beberapa contoh gerakan dasar senam lantai :
1. Roll depan
Yang dimaksud roll depan ialah gerakan badan berguling ke arah depan melalui bagian belakang badan (tengkuk), pinggul, pinggang, dan panggul bagian belakang. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikut :
1.
1. Sikap permulaan jonngkok, pantat agak tinggi, kedua lengan lurus ke depan.
2. Luruskan tungkai badan condong kedepan, tangan menumpu pada matras selebar bahu, tarik dagu ke dada, tengkkuk pada matras.
3. Saat punggung menginai matras, bongkokkan tungkai, tarik paha kke dada, tangan menolak, gerakan engguling di truskan hinnngga berakhir pada sikap jongkok, tangan melekat pada tulang kering atau tangan lurus dengan pandangan lurus ke depan.
2. teknik kayang
Kayang ialah suatu bentuk sikap badan terlentang yanng membusur, bertupu pada kedua kaki dan kedua tangan siku-siku dan lutut lurus. Dapat dilakuan dengan cara sebagai berikkut :
1.
1. Sikap berdiri tegak, kedua kaki agak terbuka, kedua tanngan lurus keatas.
2. Jatuhkan badan bagian belakang dengan melengkungkan badan hingga kedua tangan mendarat ke lantai
1. Sikap lilin
1. Posisi tidur telentang.
2. Ke 2 tangan ditekuk dekat sisi telinga,
3. Angkat ke 2 kaki (rapat) lurus keatas dengan tangan menopang pinggang.
1. Meroda
Gerakan meroda merupakan gerakan memutar badan dengan sikap menyamping arah gerakan dan tumpuan bert badan ketika berputar menggunakan kedua tangan dan kaki.
Cara melakukan :
1. Berdiri dengan sikap tegak dan posisi tangan berada disamping
2. Lalu perlahan angkat tangan ke atas dengan sikap menyerupai huruf ”V”
3. Lalu putar kedua tangan kebelakang dengan diikuti kaki kanan/kiri melangkah ke depan lalu diikuti dengan kaki kiri/kanan sebagai hentakannya
4. Lalu letakkan tangan kanan lalu tangan kiri/tangan kiri lalu tangan kanan pada matras
5. Pada saat memutar kedua kaki harus lurus agar mendapat posisi yang maksimal
6. Saat sudah memutar posisi badan menghadap kesamping lalu putar kaki supaya bisa menghadap ke depan dan pandangan matapun harus menghadap ke depan
1. Profiller
Cara melakukan :
1. Kaki kanan lurus ke samping kanan dengan ujung kaki kanan lurus
2. Kaki kiri ditekuk seperti posisi jongkok
3. Kedua tangan menyentuh matras yang letaknya tepat ditengah-tengah kaki yang ditekuk dan yang diselonjorkan
4. Putar kaki kanan ke arah dalam hingga melewati kaki kiri yang ditekuk
5. Pada saat kaki kanan melewati kaki kiri maka angkat badan dengan kedua tangan agar kaki kanan dapat berputar kebelakang melewati kaki kiri lalu kemudian kembali ke posisi awal
2.4 Modifikasi permainan senam lantai
1. Roll depan berpasangan
o Pemain : 2-5 pasang. Tedak terbatas
o Peralatan : Tidak mengunakan peralatan
o Tempat : Gedung atau tempat bermain
o Keahlian : Kelenturan dan kelenturan tubuh
o Permainan : Tujuannyauntuk mengetahui tim yang sampai duluan di finis dengan sukses. Di lakukan secara berpasangan dan orang pertama berdiri dan orang yang kedua berposisi tidur denngan kedua kaki di tekuk, lalu orang pertama memegang mata kaki orang kedua dengan cara membungkuk ban orang kedua pun juga memegang mata kaki orang pertama. Setelah itu dilakukan gulingkan roll depan secara beruritan dan seirama dengan pasangan masing-masing.
o Sekor : Tim yang sampai duluan menjadi pemenang.
o Variasi : Gunakan pemindahan dalam bentuk lain.
2. Roll belakanng berpasanngan
o Pemain : 2-5 pasang orang. Tedak terbatas
o Peralatan : Tedak mengunakan peralatan.
o Tempat : Gedung atau tempat bermain
o Kahlian : Kelenyukan dan kelenturan tubuh
o Permainan : Tujuannya untuk mengetahui tim yang sampai dahulu di finis dengan sukses. Masing-masing tim berpasangan. Orang pertama berdiri dan orang kedua tidur terlentang dengan kedua kaki diangkat keatas. Orang pertama memegang mata kakinya orang kedua, lalu orang pertama menarik sekkuat-kuatnya kaki orang yang kedua tersebut agar mendapat dorangan berguling ke belakang. Kemudian lakuan guling kebekakang sampai funis.
o Sekor : Tim yanng sampai duluan menjadi pemenang.
o Variasi :Gunakan pemindahan dalam benuk lain.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Senam lantai adalah latihan senam yang dilakukan pada matras. Unsur-unsur gerakannya terdiri dari mengguling, melompat, meloncat, berputar di udara,menumpu dengan tangan atau kakiuntuk memperthankan sikap seimbang atau pada saatmeloncaat kedepan atau ke belakang.
2. Dalam cabang olahraga senam lantai diperlukan matras yang luasnya 12 x 12 m dan dikelilingi matras selebar 1 m untuk keamanan pesenam.
3. Beberapa gerakan dasar senam lantai :
1. Roll depan
2. Roll belakang
3. Kayang
4. Sikap lilin
5. Meroda
6. Profeller
4. Modifikasi permaianan senam lantai :
1.
1. Roll depan berpasangan.
2. Roll belakang berpasanngan.
DAFTAR PUSTAKA
Rohani, batdri.2004.Harapan Pasti Siswa Berpestasi:CV Hayati
Kosasi, Engkos.1983.Olahraga Teknik dan Program Latihan:CV Akademika Pressindo
Kamis, 11 Maret 2010
Konsep Dasar Algoritma
Konsep Dasar Algoritma
• Pengantar
• Definisi Algoritma
• Notasi Algoritma
• Aturan Penulisan Algoritma
• Tipe, nama dan nilai
• Urutan / runtunan
• Perulangan
• Fungsi
• Larik
Pengantar
Semua sepakat bahwa komputer merupakan alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Agar komputer dapat menyelesaikan masalah maka perlu dirumuskan terlebih dahulu langkah-langkah dalam suatu rangkaian instruksi. Sekumpulan instruksi yang merupakan penyelesaian masalah dinamakan "Program".
Agar komputer dapat menjalankan program, maka harus ditulis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer. Karena komputer adalah sebuah mesin maka program harus ditulis dalam bahasa yang khusus dibuat untuk berkomunikasi dengan komputer. Bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program dinamakan bahasa pemrograman. Salah satu contoh bahasa pemrograman adalah Bahasa C.
Dalam menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membuat desain (rancangan). Desain menyajikan cara berfikir pemrogram dalam menyelesaikan masalah. Desain ini berisi urutan langkah-langkah pencapaian solusi yang ditulis dalam notasi-notasi deskriptif. Urutan langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan masalah dinamakan ALGORITMA.
Definisi Algoritma
ALGORITMA : urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.
Algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah .
Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari-hari :
Proses Algoritma Langkah dalam Algoritma
Membuat Kue Resep Kue ambil 3buah telur, ambil kuning telur dan kocok
Membuat baju Pola Baju Potong kain sesuai pola
Isi Voucher HP Panduan tekan nomor 555
Notasi Algoritma
Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman,sehingga siapapun dapat membuat notasi algoritma yang berbeda.Hal yang penting mengenai notasi tersebut adalah mudah dibaca dan dimengerti.Meskipun notasi algoritma bukan notasi baku namun kepatuhan terhadap notasi perlu diperhatikan untuk menghindari kekeliruan.
Beberapa notasi dalam penulisan algoritma :
1.Notasi I : menyatakan langkah-langkah algoritma dengan untaian kalimat deskriptif.
Dengan notasi bergaya kalimat deskriptif, deskripsi setiap langkah dapat dijelaskan dengan bahasa yang gamblang.Misalnya, proses diawali dengan kata kerja seperti 'baca', 'hitung' , 'ganti' dan sebagainya.Sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan 'jika....' , 'maka....'.
Notasi ini bagus untuk algoritma yang pendek ,namun untuk masalah yang besar notasi ini tidak mungkin dipakai.Selain itu,konversi dari notasi algoritma ke bahasa pemrograman cendrung relatif sukar.
2.Notasi II: menggunakan diagram alir(flow-chart).
Diagram alir populer pada awal-awal era pemrograman dengan komputer.Diagram alir lebih menggambarkan aliran instruksi didalam program secara visual ketimbang memperlihatkan struktur program.Notasi algoritma ini juga cocok untuk masalah kecil, tidak cocok untuk masalah besar karena akan memerlukan berlembar halaman kertas untuk menggambarkan aliran proses program.
3. Notasi III: menggunakan pseudo-code
Pseudocode (pseudo artinya semu atau tidak sebenarnya) adalah notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti bahasa C.Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa bahasa pemrograman umumnya mempunyai notasi yang hampir mirip untuk beberapa instruksi, seperti notasi if-then-else, while-do,repeat-until,read, write dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan tersebut, maka didefinisikan bahwa notasi algoritma yang dapat menjelaskan perintahnya dengan bahasa yang jelas tanpa membingungkan pembaca bisa disebut dengan notasi algoritma menggunakan pseudo-code. Tidak seperti bahasa program yang direpotkan dengan tanda titik koma dan sebagainya, kata-kata khusus,indeks,format, dan lainnya, maka dengan pseudo-code ini akan lebih memudahkan dan menguntungkan. Keuntungan penggunaan notasi pseudo-code ini adalah kemudahan mengkonversinya kebahasa pemrograman, karena terdapat korespondensi antara setiap pseudo-code dengan notasi bahasa program.Korespondensi ini dapat diwujudkan dengan tabel translasi dari notasi algoritma ke notasi bahasa program
Aturan Penulisan Algoritma
Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.Deskripsi tersebut dapat ditulis alam bentuk notasi apapun , asalkan mudah dibaca dan dimengerti. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma. Tiap orang dapat membuat aturan penulisan dan algoritma sendiri.Namun, agar notasi algoritma dapat dengan mudah ditranslasi ke alam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi algoritma itu berkoresponden dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
Contoh perintah :Tulis nilai x dan y
Dalam notasi algoritma menjadi : write (x,y)
Dalam Bahasa Turbo C ditulis : printf("%d %d",x,y);
Kembali Ke Atas
Tipe, Nama, dan Nilai
Tipe
Pada umumnya program komputer bekerja dengan memanipulasi objek (data) di dalam memori. Objek yang akan diprogram bermacam-macam tipenya, misalnya tipe numerik,karakter,string, dan record(rekaman).
Tipe data dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu: tipe dasar dan tipe bentukan. Tipe dasar adalah tipe yang langsung dapat dipakai, sedangkan tipe bentukan dibentuk dari tipe dasar atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan.
Suatu tipe diacu dari namanya.Nilai-nilai yang dicakup oleh tipe tersebut dinyatakan didalam ranah (domain)nilai. Operasi-operasi (beserta operator) yang dapat dilakukan terhadap tipe tersebut juga didefinisikan. Dengan kata lain suatu tipe dinyatakan dengan namanya,ranah nilai yang dikandungnya,cara menuliskan konstantanya, dan operasi yang dapat dilakukan padanya.
Tipe Dasar
Dalam bahasa pemrograman yang termasuk tipe dasar adalah :
1. bilangan logika
2. bilangan bulat
3. karakter atau string
4. bilangan riil
Tipe Bentukan
Tipe bentukan adalah tipe yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram (user define). Tipe bentukan disusun oleh satu atau lebih tipe dasar. Ada dua macam tipe bentukan yaitu:
1.Tipe dasar yang diberi nama dengan nama tipe baru contoh : tipe BilanganBulat : integer
Variabel BilanganBulat adalah tipe bilangan bulat yang sama saja dengan tipe integer. Misalkan kita mempunyai sebuah variabel yang bernama X dan bertipe BilanganBulat, maka artinya variabel X tersebut juga bertipe integer.
2.Rekaman (rekord).
Rekaman disusun oleh satu atau lebih field.Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah dideinisikan sebellumnya.Nama record itentukan oleh pemrogram. Karena stukturnya yang diusun atas field-field, maka rekaman inamakan juga tipe terstruktur(stuctured type).
Nama
Setiap objek dialam mempunyai nama.Nama diberikan agar objek tersebut mudah diidentifikasi, diacu, dan dibedakan dari objek lainya.Di dalam algoritma nama dipakai sebagai pengidentifikasi "sesuatu" dan pemrogram mengacu "sesuatu" itu melalui namanya. Karena itu tiap nama haruslah unik, tidak boleh ada dua buah nama yang sama.
Di dalam algoritma "sesuatu" yang diberi nama dapat berupa :
1.Variabel
2.Konstanta
3.Tipe Bentukan
4.Nama Fungsi
5.Nama Prosedur
Suatu hal yang penting untuk diperhatikan adalah, nama sebaiknya interpretatif, yaitu mencerminkan nilai intrinsik atau fungsi yang dikandungnya.Pemrogram sangat dianjurkan untuk memberikan penjelasan terhadap nama yang didefinisikan.
Semua nama yang digunakan dalam algoritma harus didefinisikan atau dideklarasikan dibagian deklarasi .Bagian deklarasi dipakai sebagai tempat mengacu suatu kata untuk diketahui makna atau terjemahannya.Tempat untuk menjelaskan nama dan tipe dari nama tersebut.
Nilai
Nilai adalah besaran dari tipe data yang sudah didefinisikan.Nilai dapat berupa isi yang disimpan oleh nama variabel atau nama konstanta,nilai dari hasil perhitungan, atau nilai yang dikirim oleh fungsi.Algoritma pada hakikatnya adalah memanipulasi nilai yang disimpan didalam elemen memori. Nilai yang dikandung oleh variabel dimanipulasi antara lain dengan cara : mengisikannya ke variabel lain yang bertipe sama, dipakai untuk perhitungan, atau dituliskan ke piranti keluaran.
Contoh algorima : mencetak stirng "Halo, apa kabar?" ke piranti keluaran.
Versi 1. String "Halo, apa kabar?" langsung dicetak tanpa menggunakan variabel.
Algoritma :
Deklarasi
(tidak ada)
Deskripsi
write ("Halo,apa kabar?")
Versi 2.String "Halo,apa kabar?" disimpan di dalam sebuah variabel bertipe string.
Algoritma :
Deklarasi
ucapan : string
Deskripsi
ucapan <------ 'Halo,apa kabar?'
write (ucapan)
Versi 3.String "Halo,apa kabar?" disimpan sebagai konstanta
Algoritma:
Deklarasi
const ucapan = 'Halo,apa kabar?'
Deskripsi
write (ucapan)
Keluaran yang dihasilkan oleh algoritma versi 1, 2, dan 3 adalah :
Halo, apa kabar?
URUTAN / RUNTUNAN
Algoritma merupakan runtunan(sequence) satu atau lebih instruksi,yang berarti bahwa :
1. Tiap instruksi dikerjakan satu persatu.
2. Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada instruksi yang diulang.
3. Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan instruksi yang tertulis di algoritma.
4. Akhir instruksi merupakan akhir dari algoritma.
Urutan instruksi didalam algoritma sangat penting.Urutan instruksi menunjukan urutan logika penyelesaian masalah.
PENGULANGAN
Salah satu kelebihan komputer dibandingkan manusia adalah kemampuannya untuk melaksanakan suatu instruksi berulangkali tanpa mengenal lelah dan bosan.Pengulangan prose atau kalang(repetition atau loop) dapat dilakukan ejumlah kali atau sampai suatu kondisi tercapai.
Struktur Pengulangan
Secara umum terdiri atas 2 bagian:
1. Kondisi pengulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan.Kondisi ini ada yang secara eksplisit oleh pemrogram atau dikelola seniri oleh komputer (implisit).
2. Badan pengulangan, yaitu bagian algoritma yang diulang.
Struktur pengulangan biasanya disertai dengan bagian:
1. Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali.
2. Terminasi, yaitu aksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan.
Inisialisasi dan terminasi tidak selalu harus ada(optional), namun pada berbagai kasus inisialisasi umumnya diperlukan.
Struktur pengulangan secara umum :
awal pengulangan
badan pengulangan
akhir pengulangan
Di dalam algoritma terdapat beberapa macam struktur pengulangan yang berbeda.Beberapa struktur dapat dipakai untuk masalah yang sama,namun ada notasi pengulangan yang hanya cocok untuk masalah tertentu saja.Pemilihan struktur pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.Banyak sekali notasi struktur pengulangan, seperti :
1.Struktur For
Struktur For dipakai untuk menghasilkan pengulangan sebanyak n kali yang sudah dispesifikasikan.Jumlah pengulangan diketahui atau dapat dipastikan sebelum eksekusi program.Bentuk umumnya ada 2 macam
a.Menaik (ascending)
for pencacah <------------- nilai_awal to nilai_akhir do
aksi
endfor
b.Menurun(descending)
for pencacah <-------------nilai_akhir downto nilai_awal do
aksi
endfor
2. Struktur While
Bentuk umum struktur While adalah :
while kondisi do
aksi
endwhile
Aksi (runtunan aksi) akan dilaksanakan berulangkali selama konii bernilai true.Jika kondisi bernilai false maka pengulangan akan selesai.Agar kondisi yang mula-mula bernilai true menjadi bernilai false maka harus ada suatu nilai pengubah kondisi.
3. Struktur Repeat
Bentuk umum struktur Repeat adalah :
repeat
aksi
until kondisi
Pengulangan ini mendasarkan pada kondisi boolean.Aksi didalam badan kalang diulang sampai konisi boolean bernilai true.Jika masih false maka pengulangan akan terus berlangsung untuk itu diperlukan atau aksi yang mengubah nilai pengubah kondisi. Struktur repeat memiliki makna yang sama dengan while, dan dalam beberapa masalah kedua struktur tersebut komplemen satu sama lain.
Yang harus diperhatikan adalah bahwa pengulangan harus berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menunjukan algoritma yang salah.
FUNGSI
Apakah fungsi itu?
Fungsi adalah modul program yang memberikan/mengembalikan (return) sebuah nilai dari tipe tertentu. Fungsi diakses dengan memanggil namanya, nama fungsi harus unik.Fungsi dapat mengandung daftar parameter formal.Parameter pada fungsi selalu merupakan parameter masukan.Jenis parameter masukan pada fungsi merupakan masukan yang digunakan oleh fungsi tersebut untuk menghasilkan nilai.
Struktur fungsi sama dengan struktur algoritma
- bagian header yang berisi nama fungsi dan spesifikasi fungsi,
- bagian deklarasi
- badan fungsi
Notasi algoritma untuk mendefinisikan fungsi adalah:
function NamaFungsi(input daftar parameter formal)-----> tipe hasil
{ spesifikasi fungsi, menjelaskan apa yang dilakukan dan yang dikembalikan fungsi }
Deklarasi
{ semua nama yang dipakai dialam algoritma fungsi dideklarasikan disini.Nama yang didefinisikan di dalam deklarasi lokal hanya dikenal dan dipakai di dalam fungsi ini saja }
Deskripsi:
{ badan fungsi, berisi instruksi-instruksi untuk menghasilkan nilai yang akan dikembalikan oleh fungsi }
return hasil ( pengembalian nilai yang dihasilkan fungsi }
LARIK
Apakah Larik?
Larik adalah struktur data yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama. setpa elemen diakses langsung melalui indeksnya.
Mendefinisikan Larik
Larik adalah struktur data yang statik, artinya, jumlah elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dijalankan. Mendefinisikan banyaknya elemen larik berarti memesan sejumlah tempat di memori.
Contoh deklarasi larik:
Deklarasi
L : array[1..50] of integer
nama : array['a'..'j'] of string
• Pengantar
• Definisi Algoritma
• Notasi Algoritma
• Aturan Penulisan Algoritma
• Tipe, nama dan nilai
• Urutan / runtunan
• Perulangan
• Fungsi
• Larik
Pengantar
Semua sepakat bahwa komputer merupakan alat bantu untuk menyelesaikan masalah. Agar komputer dapat menyelesaikan masalah maka perlu dirumuskan terlebih dahulu langkah-langkah dalam suatu rangkaian instruksi. Sekumpulan instruksi yang merupakan penyelesaian masalah dinamakan "Program".
Agar komputer dapat menjalankan program, maka harus ditulis dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer. Karena komputer adalah sebuah mesin maka program harus ditulis dalam bahasa yang khusus dibuat untuk berkomunikasi dengan komputer. Bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program dinamakan bahasa pemrograman. Salah satu contoh bahasa pemrograman adalah Bahasa C.
Dalam menyelesaikan masalah dengan bantuan komputer, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan membuat desain (rancangan). Desain menyajikan cara berfikir pemrogram dalam menyelesaikan masalah. Desain ini berisi urutan langkah-langkah pencapaian solusi yang ditulis dalam notasi-notasi deskriptif. Urutan langkah-langkah yang sistematis untuk menyelesaikan masalah dinamakan ALGORITMA.
Definisi Algoritma
ALGORITMA : urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.
Algoritma menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah .
Contoh Algoritma dalam kehidupan sehari-hari :
Proses Algoritma Langkah dalam Algoritma
Membuat Kue Resep Kue ambil 3buah telur, ambil kuning telur dan kocok
Membuat baju Pola Baju Potong kain sesuai pola
Isi Voucher HP Panduan tekan nomor 555
Notasi Algoritma
Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman,sehingga siapapun dapat membuat notasi algoritma yang berbeda.Hal yang penting mengenai notasi tersebut adalah mudah dibaca dan dimengerti.Meskipun notasi algoritma bukan notasi baku namun kepatuhan terhadap notasi perlu diperhatikan untuk menghindari kekeliruan.
Beberapa notasi dalam penulisan algoritma :
1.Notasi I : menyatakan langkah-langkah algoritma dengan untaian kalimat deskriptif.
Dengan notasi bergaya kalimat deskriptif, deskripsi setiap langkah dapat dijelaskan dengan bahasa yang gamblang.Misalnya, proses diawali dengan kata kerja seperti 'baca', 'hitung' , 'ganti' dan sebagainya.Sedangkan pernyataan kondisional dinyatakan dengan 'jika....' , 'maka....'.
Notasi ini bagus untuk algoritma yang pendek ,namun untuk masalah yang besar notasi ini tidak mungkin dipakai.Selain itu,konversi dari notasi algoritma ke bahasa pemrograman cendrung relatif sukar.
2.Notasi II: menggunakan diagram alir(flow-chart).
Diagram alir populer pada awal-awal era pemrograman dengan komputer.Diagram alir lebih menggambarkan aliran instruksi didalam program secara visual ketimbang memperlihatkan struktur program.Notasi algoritma ini juga cocok untuk masalah kecil, tidak cocok untuk masalah besar karena akan memerlukan berlembar halaman kertas untuk menggambarkan aliran proses program.
3. Notasi III: menggunakan pseudo-code
Pseudocode (pseudo artinya semu atau tidak sebenarnya) adalah notasi yang menyerupai notasi bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti bahasa C.Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa bahasa pemrograman umumnya mempunyai notasi yang hampir mirip untuk beberapa instruksi, seperti notasi if-then-else, while-do,repeat-until,read, write dan sebagainya. Berdasarkan pengamatan tersebut, maka didefinisikan bahwa notasi algoritma yang dapat menjelaskan perintahnya dengan bahasa yang jelas tanpa membingungkan pembaca bisa disebut dengan notasi algoritma menggunakan pseudo-code. Tidak seperti bahasa program yang direpotkan dengan tanda titik koma dan sebagainya, kata-kata khusus,indeks,format, dan lainnya, maka dengan pseudo-code ini akan lebih memudahkan dan menguntungkan. Keuntungan penggunaan notasi pseudo-code ini adalah kemudahan mengkonversinya kebahasa pemrograman, karena terdapat korespondensi antara setiap pseudo-code dengan notasi bahasa program.Korespondensi ini dapat diwujudkan dengan tabel translasi dari notasi algoritma ke notasi bahasa program
Aturan Penulisan Algoritma
Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah.Deskripsi tersebut dapat ditulis alam bentuk notasi apapun , asalkan mudah dibaca dan dimengerti. Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma. Tiap orang dapat membuat aturan penulisan dan algoritma sendiri.Namun, agar notasi algoritma dapat dengan mudah ditranslasi ke alam notasi bahasa pemrograman, maka sebaiknya notasi algoritma itu berkoresponden dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
Contoh perintah :Tulis nilai x dan y
Dalam notasi algoritma menjadi : write (x,y)
Dalam Bahasa Turbo C ditulis : printf("%d %d",x,y);
Kembali Ke Atas
Tipe, Nama, dan Nilai
Tipe
Pada umumnya program komputer bekerja dengan memanipulasi objek (data) di dalam memori. Objek yang akan diprogram bermacam-macam tipenya, misalnya tipe numerik,karakter,string, dan record(rekaman).
Tipe data dapat dikelompokan menjadi 2, yaitu: tipe dasar dan tipe bentukan. Tipe dasar adalah tipe yang langsung dapat dipakai, sedangkan tipe bentukan dibentuk dari tipe dasar atau dari tipe bentukan lain yang sudah didefinisikan.
Suatu tipe diacu dari namanya.Nilai-nilai yang dicakup oleh tipe tersebut dinyatakan didalam ranah (domain)nilai. Operasi-operasi (beserta operator) yang dapat dilakukan terhadap tipe tersebut juga didefinisikan. Dengan kata lain suatu tipe dinyatakan dengan namanya,ranah nilai yang dikandungnya,cara menuliskan konstantanya, dan operasi yang dapat dilakukan padanya.
Tipe Dasar
Dalam bahasa pemrograman yang termasuk tipe dasar adalah :
1. bilangan logika
2. bilangan bulat
3. karakter atau string
4. bilangan riil
Tipe Bentukan
Tipe bentukan adalah tipe yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram (user define). Tipe bentukan disusun oleh satu atau lebih tipe dasar. Ada dua macam tipe bentukan yaitu:
1.Tipe dasar yang diberi nama dengan nama tipe baru contoh : tipe BilanganBulat : integer
Variabel BilanganBulat adalah tipe bilangan bulat yang sama saja dengan tipe integer. Misalkan kita mempunyai sebuah variabel yang bernama X dan bertipe BilanganBulat, maka artinya variabel X tersebut juga bertipe integer.
2.Rekaman (rekord).
Rekaman disusun oleh satu atau lebih field.Tiap field menyimpan data dari tipe dasar tertentu atau dari tipe bentukan lain yang sudah dideinisikan sebellumnya.Nama record itentukan oleh pemrogram. Karena stukturnya yang diusun atas field-field, maka rekaman inamakan juga tipe terstruktur(stuctured type).
Nama
Setiap objek dialam mempunyai nama.Nama diberikan agar objek tersebut mudah diidentifikasi, diacu, dan dibedakan dari objek lainya.Di dalam algoritma nama dipakai sebagai pengidentifikasi "sesuatu" dan pemrogram mengacu "sesuatu" itu melalui namanya. Karena itu tiap nama haruslah unik, tidak boleh ada dua buah nama yang sama.
Di dalam algoritma "sesuatu" yang diberi nama dapat berupa :
1.Variabel
2.Konstanta
3.Tipe Bentukan
4.Nama Fungsi
5.Nama Prosedur
Suatu hal yang penting untuk diperhatikan adalah, nama sebaiknya interpretatif, yaitu mencerminkan nilai intrinsik atau fungsi yang dikandungnya.Pemrogram sangat dianjurkan untuk memberikan penjelasan terhadap nama yang didefinisikan.
Semua nama yang digunakan dalam algoritma harus didefinisikan atau dideklarasikan dibagian deklarasi .Bagian deklarasi dipakai sebagai tempat mengacu suatu kata untuk diketahui makna atau terjemahannya.Tempat untuk menjelaskan nama dan tipe dari nama tersebut.
Nilai
Nilai adalah besaran dari tipe data yang sudah didefinisikan.Nilai dapat berupa isi yang disimpan oleh nama variabel atau nama konstanta,nilai dari hasil perhitungan, atau nilai yang dikirim oleh fungsi.Algoritma pada hakikatnya adalah memanipulasi nilai yang disimpan didalam elemen memori. Nilai yang dikandung oleh variabel dimanipulasi antara lain dengan cara : mengisikannya ke variabel lain yang bertipe sama, dipakai untuk perhitungan, atau dituliskan ke piranti keluaran.
Contoh algorima : mencetak stirng "Halo, apa kabar?" ke piranti keluaran.
Versi 1. String "Halo, apa kabar?" langsung dicetak tanpa menggunakan variabel.
Algoritma :
Deklarasi
(tidak ada)
Deskripsi
write ("Halo,apa kabar?")
Versi 2.String "Halo,apa kabar?" disimpan di dalam sebuah variabel bertipe string.
Algoritma :
Deklarasi
ucapan : string
Deskripsi
ucapan <------ 'Halo,apa kabar?'
write (ucapan)
Versi 3.String "Halo,apa kabar?" disimpan sebagai konstanta
Algoritma:
Deklarasi
const ucapan = 'Halo,apa kabar?'
Deskripsi
write (ucapan)
Keluaran yang dihasilkan oleh algoritma versi 1, 2, dan 3 adalah :
Halo, apa kabar?
URUTAN / RUNTUNAN
Algoritma merupakan runtunan(sequence) satu atau lebih instruksi,yang berarti bahwa :
1. Tiap instruksi dikerjakan satu persatu.
2. Tiap instruksi dilaksanakan tepat sekali, tidak ada instruksi yang diulang.
3. Urutan instruksi yang dilaksanakan pemroses sama dengan urutan instruksi yang tertulis di algoritma.
4. Akhir instruksi merupakan akhir dari algoritma.
Urutan instruksi didalam algoritma sangat penting.Urutan instruksi menunjukan urutan logika penyelesaian masalah.
PENGULANGAN
Salah satu kelebihan komputer dibandingkan manusia adalah kemampuannya untuk melaksanakan suatu instruksi berulangkali tanpa mengenal lelah dan bosan.Pengulangan prose atau kalang(repetition atau loop) dapat dilakukan ejumlah kali atau sampai suatu kondisi tercapai.
Struktur Pengulangan
Secara umum terdiri atas 2 bagian:
1. Kondisi pengulangan, yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk melaksanakan pengulangan.Kondisi ini ada yang secara eksplisit oleh pemrogram atau dikelola seniri oleh komputer (implisit).
2. Badan pengulangan, yaitu bagian algoritma yang diulang.
Struktur pengulangan biasanya disertai dengan bagian:
1. Inisialisasi, yaitu aksi yang dilakukan sebelum pengulangan dilakukan pertama kali.
2. Terminasi, yaitu aksi yang dilakukan setelah pengulangan selesai dilaksanakan.
Inisialisasi dan terminasi tidak selalu harus ada(optional), namun pada berbagai kasus inisialisasi umumnya diperlukan.
Struktur pengulangan secara umum :
awal pengulangan
badan pengulangan
akhir pengulangan
Di dalam algoritma terdapat beberapa macam struktur pengulangan yang berbeda.Beberapa struktur dapat dipakai untuk masalah yang sama,namun ada notasi pengulangan yang hanya cocok untuk masalah tertentu saja.Pemilihan struktur pengulangan yang tepat bergantung pada masalah yang akan diprogram.Banyak sekali notasi struktur pengulangan, seperti :
1.Struktur For
Struktur For dipakai untuk menghasilkan pengulangan sebanyak n kali yang sudah dispesifikasikan.Jumlah pengulangan diketahui atau dapat dipastikan sebelum eksekusi program.Bentuk umumnya ada 2 macam
a.Menaik (ascending)
for pencacah <------------- nilai_awal to nilai_akhir do
aksi
endfor
b.Menurun(descending)
for pencacah <-------------nilai_akhir downto nilai_awal do
aksi
endfor
2. Struktur While
Bentuk umum struktur While adalah :
while kondisi do
aksi
endwhile
Aksi (runtunan aksi) akan dilaksanakan berulangkali selama konii bernilai true.Jika kondisi bernilai false maka pengulangan akan selesai.Agar kondisi yang mula-mula bernilai true menjadi bernilai false maka harus ada suatu nilai pengubah kondisi.
3. Struktur Repeat
Bentuk umum struktur Repeat adalah :
repeat
aksi
until kondisi
Pengulangan ini mendasarkan pada kondisi boolean.Aksi didalam badan kalang diulang sampai konisi boolean bernilai true.Jika masih false maka pengulangan akan terus berlangsung untuk itu diperlukan atau aksi yang mengubah nilai pengubah kondisi. Struktur repeat memiliki makna yang sama dengan while, dan dalam beberapa masalah kedua struktur tersebut komplemen satu sama lain.
Yang harus diperhatikan adalah bahwa pengulangan harus berhenti. Pengulangan yang tidak pernah berhenti menunjukan algoritma yang salah.
FUNGSI
Apakah fungsi itu?
Fungsi adalah modul program yang memberikan/mengembalikan (return) sebuah nilai dari tipe tertentu. Fungsi diakses dengan memanggil namanya, nama fungsi harus unik.Fungsi dapat mengandung daftar parameter formal.Parameter pada fungsi selalu merupakan parameter masukan.Jenis parameter masukan pada fungsi merupakan masukan yang digunakan oleh fungsi tersebut untuk menghasilkan nilai.
Struktur fungsi sama dengan struktur algoritma
- bagian header yang berisi nama fungsi dan spesifikasi fungsi,
- bagian deklarasi
- badan fungsi
Notasi algoritma untuk mendefinisikan fungsi adalah:
function NamaFungsi(input daftar parameter formal)-----> tipe hasil
{ spesifikasi fungsi, menjelaskan apa yang dilakukan dan yang dikembalikan fungsi }
Deklarasi
{ semua nama yang dipakai dialam algoritma fungsi dideklarasikan disini.Nama yang didefinisikan di dalam deklarasi lokal hanya dikenal dan dipakai di dalam fungsi ini saja }
Deskripsi:
{ badan fungsi, berisi instruksi-instruksi untuk menghasilkan nilai yang akan dikembalikan oleh fungsi }
return hasil ( pengembalian nilai yang dihasilkan fungsi }
LARIK
Apakah Larik?
Larik adalah struktur data yang menyimpan sekumpulan elemen yang bertipe sama. setpa elemen diakses langsung melalui indeksnya.
Mendefinisikan Larik
Larik adalah struktur data yang statik, artinya, jumlah elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dijalankan. Mendefinisikan banyaknya elemen larik berarti memesan sejumlah tempat di memori.
Contoh deklarasi larik:
Deklarasi
L : array[1..50] of integer
nama : array['a'..'j'] of string
Operator algoritma
Setelah kita mengetahui Difinisi dari Algoritma Pemrograman dan Flowchart, sekarang kita lanjutkan pembahasan kita yaitu "Operator dalam Pemrograman". Operator dalam pemrograman itu dibedakan menjadi 3 yaitu: Operator Aritmatika, Operator Relasi dan Operator Boolean.
1. Operator aritmatika : Operator yang mengimplementasikan proses aritmatika atau matematika.
Nach urutan operator dari aritmatika dalam Pemrograman adalah sebagai berikut:
1. Perkalian ( * )
2. Pembagian ( / )
3. Modulasi ( mod ) --> Sisa dari hasil bagi
4. Tambah ( + )
5. Kurang ( - )
Contoh :
5 mod 6 / 3 + 2 maka cara mengerjakannya :
1. 6 dibagi 3
2. 5 mod hasil dari nomer 1
3. hasil dari nomer 2 ditambah 2
Maka ouput dari perhitungan itu bila ditulis dengan bahasa pemrograman adalah: 3
2. Operator Relasi : Operator yang mengimplementasikan besaran suatu variabel.
Nach contoh dari operator relasi adalah:
1. Sama dengan ( = )
2. Tidak sama dengan ( <> )
3. Lebih dari ( > )
4. Kurang dari ( < ) 5. Lebih dari sama dengan ( >= )
6. Kurang dari sama dengan ( <= )
Nach untuk contohnya saya tidak perlu karena semua pasti sudah mengerti.
3. Operator Boolean: Operator yang menyatakan suatu kondisi tertentu.
Macam dari operator boolean ini adalah:
1. OR --> Prinsip kerja aliran listrik Paralel
2. AND --> Prinsip kerja aliran listrik Seri
Setelah kita mengetahui Difinisi dari Algoritma Pemrograman dan Flowchart, sekarang kita lanjutkan pembahasan kita yaitu "Operator dalam Pemrograman". Operator dalam pemrograman itu dibedakan menjadi 3 yaitu: Operator Aritmatika, Operator Relasi dan Operator Boolean.
1. Operator aritmatika : Operator yang mengimplementasikan proses aritmatika atau matematika.
Nach urutan operator dari aritmatika dalam Pemrograman adalah sebagai berikut:
1. Perkalian ( * )
2. Pembagian ( / )
3. Modulasi ( mod ) --> Sisa dari hasil bagi
4. Tambah ( + )
5. Kurang ( - )
Contoh :
5 mod 6 / 3 + 2 maka cara mengerjakannya :
1. 6 dibagi 3
2. 5 mod hasil dari nomer 1
3. hasil dari nomer 2 ditambah 2
Maka ouput dari perhitungan itu bila ditulis dengan bahasa pemrograman adalah: 3
2. Operator Relasi : Operator yang mengimplementasikan besaran suatu variabel.
Nach contoh dari operator relasi adalah:
1. Sama dengan ( = )
2. Tidak sama dengan ( <> )
3. Lebih dari ( > )
4. Kurang dari ( < ) 5. Lebih dari sama dengan ( >= )
6. Kurang dari sama dengan ( <= )
Nach untuk contohnya saya tidak perlu karena semua pasti sudah mengerti.
3. Operator Boolean: Operator yang menyatakan suatu kondisi tertentu.
Macam dari operator boolean ini adalah:
1. OR --> Prinsip kerja aliran listrik Paralel
2. AND --> Prinsip kerja aliran listrik Seri
Sabtu, 06 Maret 2010
rumus tense bahasa inggris
1. Present Tense
(I / You / We / They + VI)
Ronaldo Practise’s Foot ball at the field diligently every sunday
2. Present Continous Tense
(I / You / we / they + To be + VI (Ing)
Ronaldo is Practising Foot ball at the field diligently Right now
3. Present Perfect Tense
(I / You / we / They + Have + VIII)- (He / She / it / + Has + VIII)
Ronaldo has Practised Foot ball at the field diligently this week
4. Present Perfect Continous Tense
(I / You / we / they + Have + Been + VI + Ing)
( He / She / it / + Has + Been + VI + Ing)
Ronaldo has been Practising Foot ball at the field diligently for holiday
5. Present Future Tense
(I / We + Shall + VI ) – ( You / They / She / it + Will + VI )
Ronaldo will Practise’s Foot ball at the field diligently tomorrow
6. Present Future Continous Tense
( I / We + Shall + Be + VI + Ing )
( You /They / He / She / it + Will + Be VI + Ing )
Ronaldo will be Practising Foot ball at the field diligently at this time tomorrow
7. Present Future Perfect Tense
(I / We + Shall + Have + VIII )
( You / They / She / it + Will + Have + VIII)
Ronaldo will have Practised Foot ball at the field diligently by next sunday
8. Present Perfect Continous Tense
(I / We + Shall + Have been + VI + Ing )
( You / They / He / She / it + Will + Have been + VI + Ing )
Ronaldo will have been Practising Foot ball at the field diligently by next February
Past Tense
9. Past Tense
(I / You / We / They / He / She / it + VII)
Ronaldo Practised Foot ball at the field diligently yesterday
10. Past Continous Tense
(I / He / She / it + was + VI + Ing )
Ronaldo was Practising Foot ball at the field diligently the wholeday last sunday
11. Past Perfect Tense
(I / You / They/ we / he / She / it + had + VIII )
Ronaldo had Practised Foot ball at the field diligently when you arrived
12. Past Perfect Continous Tense
(I / You / they/ we / he / she / it + Had + Been + VI + Ing)
Ronaldo had been Practising Foot ball at the field diligently when I came from field
13. Past Future Tense
(I / We + Should + VI ) – ( You / They / He / She / it + Would + VI )
Ronaldo would Practise’s Foot ball at the field diligently two day’s ago
14. Past Future Continous Tense
( I / We + Should + Be + VI + Ing )
( You /They / He / She / it + Would + Be + VI + Ing )
Ronaldo would be Practising Foot ball at the field diligently at this time the following day
15. Past Future Perfect Tense
(I / We + Should + Have + VIII )
( You / They / He / She / it + Have + VIII)
Ronaldo would have Practised Foot ball at the field diligently by if holiday
16. Past Future Perfect Continous Tense
(I / We + Should + Have + been + VI + Ing )
( You / They / He / She / it + Would + Have + been + VI + Ing )
Ronaldo would have been Practising Foot ball at the field diligently for six day’s by the end of this month
Langganan:
Postingan (Atom)